Kamis, 12 Juli 2012

ADAPTASI PSIKOLOGIS PADA KEHAMILAN TM 1,2, DAN 3

1.1 Perubahan dan adaptasi psikologis pada kehamilan trimester I Segera setelah konsepsi kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali, biasanya pada awal kehamilannya, ibu berharap untuk tidak hamil. Hampir 80 % kecewa, menolak, gelisah, depresi dan murung. Kejadian gangguan jiwa sebesar 15 % pada trimester I yang kebanyakan pada kehamilan pertama. Menurut kumar dan robson (1978) 12% wanita yang mendatangi klinik menderita depresi terutama pada mereka yang ingin menggugurkan kandungannya. Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan trimester I didasari pada teori Revarubin. Teori ini menekankan pada pencapaian peran sebagai ibu, dimana untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktifitas. Trimester pertama ini sering dirujuk kepada masa penentuan. Penentuan membuat fakta wanita bahwa ia hamil.Trimester pertama juga sering merupakan masa kekhawatiran dari penantian. Beberapa tahapan aktifitas penting seseorang menjadi ibu : 1. Taking On : Seorang wanita dalam pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya dengan meniru dan melakukan peran ibu. 2. Taking In : Seorang wanita sudah mulai membayangkan peran yang dilakukan 3. Letting Go : Wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah dilakukannya. Kehamilan pada trimester I ini cenderung terjadi pada tahapan aktifitas yang dilalui seorang ibu dalam mencapai perannya yaitu pada tahap taking on. Pada trimester pertama seorang ibu akan selalu mencari tanda - tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin diberitahukannya kepada orang lain atau dirahasiakannya. Para wanita juga mungkin akan mengalami ketakutan dan fantasi selama kehamilan, khususnya tentang perubahan pada tubuhnya. Mereka khawatir terhadap perubahan fisik dan psikologisnya, jika mereka multigravida, kecemasan berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Banyak wanita hamil yang mimpi seperti nyata, dimana hal ini sangat menggangu. Mimpinya seringkali tentang bayinya yang bisa diartikan oleh ibu apalagi bila tidak menyenangkan Bentuk Motivasi a) Motivasi Suami Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksualnya terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Disamping respon yang diperlihatkannya, seorang ayah dapat memahami keadaan ini dan menerimanya. Zaman dahulu seorang suami ikut mendukung kehamilan istrinya dengan ritual-ritual keagamaan. Berbeda dengan dukungan yang diberikan oleh suami pada saat ini, bentuk dukungan yang diberikan oleh suami lebih pada : • Untuk saling berkomunikasi dari sejak awal • Menempatkan nilai-nilai penting dalam keluarga untuk mempersiapkan menjadi orang tua. b) Motivasi Keluarga Wanita hamil sering kali merasakan ketergantungan terhadap orang lain. Tapi mungkin bisa menjadi lebih kuat sesudah bayinya lahir hal ini bisa dipahami karena pada waktu itu wanita memerlukan keamanan dan perhatian dari seseorang yang sangat dominan baginya. Keluarga dalam hal ini harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua. Stress yang Terjadi Pada Kehamilan Trimester I Ada 2 tipe stress yaitu yang negatif dan positif, kedua stress ini dapat mempengaruhi reaksi individu. Ada pula yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Stress intrinsik berhubungan dengan tujuan pribadi dari individu, yang mana individu berusaha untuk membuat sesempurna mungkin baik dalam kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan sosialnya secara profesional. Stress ekstrinsik timbul karena faktor eksternal seperti rasa sakit, kehilangan, kesendirian dan masa reproduksi. Menurut Burnard (1991) stress selama masa reproduksi dapat dihubungkan dengan 3 aspek utama yaitu : 1) Stress di dalam individu 2) Stress yang disebakan oleh pihak lain 3) Stress yang disebabkan penyesuaian terhadap tekanan sosial Stress dari dalam diri dapat terjadi berkenaan dengan kegelisahan terhadap kemampuan beradaptasi dengan kejadian kehamilannya c) Memperkuat Ikatan Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kehamilan memberikan kesempatan pada seorang ibu untuk saling memperkuat hubungan. Dan hubungan yang kuat lebih penting dari yang lainnya. Masa-masa kehamilan, persalinan dan bulan-bulan sesudahnya merupakan saat – saat yang sulit. Semakin dekat pada awalnya, akan semakin baik akhirnya. Jadi, pada saat hidup masih relatif normal, luangkan waktu untuk berdua, berbicara tentang perasaan pasangannya. Betapapun bahagianya atau sibuknya pasangan suami istri, kegelisahan yang timbul karena kondisi baru merupakan suatu yang normal. d) Kehamilan dan Libido Hasrat untuk melakukan hubungan seks, pada wanita pada trimester pertama ini berbeda- beda. Walaupun pada beberapa wanita mengalami gairah seks yang lebih tinggi, kebanyakan mereka mengalami penurunan libido selama periode ini. Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa hubungan seks. Libido sangat dipengaruhi oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara, keprihatinan dan kekhawatiran. Semua ini merupakan bagian normal dari proses kehamilan pada trimester pertama. e) Kehamilan dan Olahraga Setelah hamil, mayoritas wanita dapat melanjutkan aktivitas biasa mereka. Tidak ada bukti bahwa aktivitas yang teratur, seperti jogging, bermain tennis, berenang, atau melakukan hubungan seks, dapat menimbulkan masalah seperti keguguran atau fetal malformation (janin yang cacat) pada kebanyakan wanita normal dan sehat. Kebanyakan dokter melarang program olahraga baru yang dimulai pada saat hamil, kecuali latihan-latihan prenatal yang dirancang khusus untuk wanita hamil. Latihan-latihan yang paling menguntungkan bagi wanita hamil adalah latihan dengan gerakan yang menguatkan dinding perut untuk membantu menopang uterus dan otot pinggul yang akan anda butuhkan untuk mendorong. Latihan kaki juga penting untuk meningkatkan sirkulasi dan menghindari kram otot yang merupakan sesuatu yang biasa dalam kehamilan. Perubahan dan adaptasi psikologis pada kehamilan trimester II a. Pembagian perubahan psikologis pada trimester II Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase; prequickeckening (sebelum) adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) dan postquickening (setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu), yang dapat dilihat pada penjelasan berikut : 1) Fase prequickening Selama akhir trimester pertama dan masa preqiuckening pada trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala aspek di dalammya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi dasar bagaimana iamengembangkan hubungan dengan anak yang akan dilahirkannya. Ia akan menerima segala nilai dengan rasa hormat yang telah diberikan ibunya, namun bila ia menemukan adanya sikap yang negatif, maka ia akan menolaknya. Perasaan menolak terhadap sikap negatif ibunya akan menyebabkan rasa bersalah pada dirinya. Kecuali bila ibu hamil menyadari bahwa hal tersebut normal karena ia sedang mengembangkan identitas keibuannya. Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini adalah perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari ibunya) menjadi pemberi kasih sayang (persiapan menjadi seorang ibu). Transisi ini memberikan pengertian yang jelas bagi ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya sebagai ibu yang memberikan kasih sayang kepada anak yang akan dilahirkannya. Trimester kedua sering dikatakan periode pancaran kesehatan. Ini disebabkan selama trimester ini wanita umumnya merasa baik dan terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan. 2) Fase postquickening Setelah ibu hamil merasakan quickening, identitas keibuan yang jelas akan muncul. Ibu hamil akan fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai seorang ibu. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan, terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya. Pada wanita multigravida, peran baru artinya bagaimana ia menjelaskan hubungan dengan anaknya yang lain dan bagaimana bila nanti ia harus meninggalkan rumahnya untuk sementara pada proses persalinan. Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun konsep bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya. Hal ini menyebabkan perubahan fokus pada bayinya. Pada saat ini, jenis kelamin bayi tidak begitu dipikirkan karena perhatian utama adalah kesejahteraan janin (kecuali beberapa suku yang menganut sistem patrilineal/matrilineal). b. Menjaga agar ikatan tetap kuat Ketika kehamilan telah terlihat, ibu dan pasangannya harus lebih sensitif terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. Ibu hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau gendut, tapi masalah yang muncul lebih rumit lagi. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini. Tetap cara ini dapat digunakan bila ibu dan pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin. Bila salah satu tidak membicarakan latar belakang masalah yang dirasakan, atau setelah berdiskusi justru merasa depresi, saat itulah diperlukan penasihat kehamilan dan orang sekitarnya yang dapat menolong ibu dan pasangannya. c. Menjaga kehamilan yang sehat Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua, tapi bukan berarti bagian luar yang berubah, bagian dalam tubuh pun mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilan yang terus berkembang. Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu, namun ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil. Perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu hamil dan ibu harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga ia lebih merasa nyaman lagi. Beberapa perubahan yang menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang dialami selama trimester pertama, energi bertambah dan peningkatan libido. d. Reaksi orang-orang di sekitar ibu hamil Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring perubahan yang dialami istrinya yang hamil. Pada suatu studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil. Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya. Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya, ia akan merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. Anak perlu diberikan pengertian secara sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan. Ibu dari wanita hamil tampaknya adalah orang yang sering mengambil peran yang cukup besar selama kehamilan. Ibu hamil tampaknya merasa tergantung akan bantuan dari ibunya dalam menghadapi kehamilan dan persiapan penerimaan bayi yang akan dilahirkan. e. Berhubungan seks Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan yaitu suatu peningkatan libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah. Kebanyakan calon orang tua khawatir jika hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. Kekhawatiran yang paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi. Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di belakang serviks dan dilindungi cairan amniotik dalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur. Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi. Walaupun sebagian ibu hamil merasakan seks selama hamil terasa meningkat, tidak semua libido wanita meroket tinggi pada trimester kedua. Perubahan tingkat libido disebabkan variasi perubahan hormon selama hamil. Karena respon terhadap hormon berbeda, reaksi masingmasing ibu hamil pun berbeda. Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester III Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang - kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu - waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut kalau - kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Trimester ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi. Trimester ketiga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi yang akan dilahirkan juga sudah dipilih. Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga - duga tentang jenis kelamin bayinya ( apakah laki- laki atau perempuan ) dan akan mirip siapa. Peran bidan dalam persiapan psikologis ibu hamil trimester I, II, III : 1. Mempelajari keadaan lingkungan penderita : Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga, keuangan, perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan. Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan. 2. Informasi dan pendidikan kesehatan  Mengurangi pengaruh yang negatif : Kecemasan dan ketakutan sering dipengaruhi oleh cerita – cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan, pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan. Keadaan tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan dan persalinan kepada penderita.  Memperkuat pengaruh yang positif : Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan.  Meganjurkan latihan – latihan fisik seperti senam hamil untuk memperkuat otot – otot dasar panggul, melatih pernafasan, teknik mengedan yang baik dan latihan – latihan relaksasi. 3. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin 4. Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi : memperkenalkan ruang bersalin, alat – alat kebidanan dan tenaga kesehatan.

KEHAMILAN TRIMESTER 1

KONSEP TEORI KEHAMILAN TRISEMSTER I • Definisi Hamil sebuah proses yang diwali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang keudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Seorang ibu belum tentu di katakan hamil apabila hanuya memiliki tanda-tanda seperti : terlambat haid, mual, muntah, perut dan payudara membesar, karena dikatakan hamil apabila sudah terdengar bunyi denyut jantung janin, serta terlihatnya tulang janin melalui ultrasonografi (USG) dan dalam rontgen. • Fisiologi Proses kehamilan merupakan mata rantai berkesenimanbungan, masa kehamilan di mulai dari konsep lahirnya janin, lamanya kehamilan normal kira-kiara 280 hari ( 40 minggu ) samapi 300 hari ( 42 minggu ) yang terhitung dari haid terakhir. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan cukup bulan, bila kehamilan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan cukup bulan, bila kehamilan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan cukup bulan, bila kehamilan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan Post mature.  Kehamilan di bagi menjadi 3 fase, yaitu : 1. Trisemester I ( antara 0 – 12 minggu ) 2. Trisemster II ( antara 12 – 28 minggu ) 3. Trisemester III ( antara 24 – 40 minggu )  Tanda – tanda dugaan hamil - Amenorhea ( tidak haid ) - Mual, muntah - Mengidam - Pingsan - Payudara dan membesar - Tidak nafsu makan - Sering kencing - Obsfipasi ( sulit buang air besar ) - Piomentasi kulit  Tanda pasti kehamilan - Dapat di raba dan kemudian di kenal bagian, bagian janin - Dapat dicatat dan didengan bunyi jantung janin - Dapat dirasakan gerakan janin - Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tempat kerangka janin - Dengan Ultrasonografi ( USG ) dapat di ketahui ukuran, panjang janin  Tanda kehamilan menurut BKKBN ( 2004 ) - Tidak datang haid - Pusing dan mual, muntah pagi hari - Buah dada membesar - Daerah puting menjadi gelap - Perut membesar • Perubahan Anatomi dan adaptasi Fisiologis pada ibu hamil Trisemester I a. Uterus Uterus akan membesar pada bulan – bulan pertama di bawah pengaruh esterogen dan Progesteron. Selain bertambah besar, Uterus juga mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi. Dinding – dinding otot menjadi kuat dan elastis, setelah minggu ke-8 korpus uteri dan serviks melunak dan membesar secara keseluruhan. Fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita sering mengalami Winary Frequensy ( sering berkemih ). Pada kehamilan 8 minggu Uterus membesar sebesar telur bebek dan pada kehamilan 12 minggu kira-kira sebesar telur angsa. b. Vagina dan Vulva Akibat pengaruk hormon esterogen, Vagina dan Vulva mengalami perubahan pula. Sampai minggu ke – 8 terjadi Hipervaskularisasi mengakibatkan Vagina dan Vulva tampak lebih merah, agak kebiruan, tanda ini disebut tanda Chatwick. Selama masa hamil PH sekresi Vagina menjadi lebih asam. Keasaman berubah dari 4 menjadi 6,5. Peningkatan PH ini membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina, khususnya jamur. c. Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat Korpus Luteum Gravidarum, yang kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk. Korpus Luteum ini mengeluarkan hormon esterogen dan progesteron. d. Serviks Uteri Serviks Uteri padakehamilan mengalami perubahan karena hormon esterogen jika Korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan, otot maka serviks lebih banyak mengandung jaringan ikat, jaringan ikat pada serviks lebih banyak mengandung kolagen selama minggu-minggu awal kehamilan, peningkatan aliran darah uterus dan limfe menagkibatkan oedema dan kongesti panggul, akibatnya uterus, serviks melunak dan serviks menjadi kebiruan ( tanda chatwick, tanda kemungkinan hamil). e. Payudara / mamae Mamae akan membesar dan tegang akibat homon somatotropin, estrogen dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan ASI, dibawah pengaruh pengaruh progesteron dansomatotropin terbentuk lemak sekitar alveolus, sehingga mamae menjadi lebih besar papila mame akan membesar, lebih tegang dan tambah lebih hitam, karena hipepigmentasi. Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara mulai timbul sejak minggu ke enam kehamilan, perubahan payudara ini adalah tanda mungkin hamil. Sensitivitas payudara bervariasi dari rasa geli ringan sampai nyeri tajam. f. Sistem endokrin Perubhan besar pada sistem endokrin yang penting terjadi untuk mempertahankan kehailan, pertumbuhan normal janin, dan pemulihan pasca partum / nifas. Tes HCG positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi 2 kali lipat setiap 48 jam sampai kehamilan 6 minggu. g. Sistem kekebalan Peningkatan PH sekresi vagina hamil membuat wanita tersebut lebih rentan terhadap infeksi vagina. Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap untuk, kadar immunoglobin, dalam kehamilan tidak berubah. Immunglobin 6 atau 196 merupakan komponen utama dari immunoglobin janin di dlam uterus dan neonatal dini. 196 merupakan satu-satunya immunglobin yang dapat menembus plasenta sehingga immunitas pasif akan di peroleh oleh bayi. h. Traktus urinarius / perkemihan Pada bula-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan sehingga timbul kencing. Keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bina uterus gravidarus keluar dari rongga panggul. Pada kehailan noemal, fungsi ginjal cukup banyak berubah, laisu fitrasi glomerulus di aliran plasma ginjal meningkat pada kehamilan. i. Traktus digestius / pencernaan Perubahan rasa tidak enak di ulu hati disebabkan karena posisi lambung dan aliran balik asam ke esophagus bagian bawah. Sering terjadi mual dan muntah karena pengaruh HCG. Pasca mual baik sedang maupun berat dengan atau tanpa terjadinya mutah setiap saat siang atau malam apabila terjadi pada pagi hari disebut morning sicknees. j. Muskuloskeletal Pada trisemster pertama tidak banyak perubahan pada muskulosteletal. Keseimbangn kadar kalsium selama kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisi khususnya produk susu terpenuhi. Bersamaan dengan membesarnya ukuran uterus menyebabkan perubahan yang drastis pada tulang belakang yang menjadi salah satu ciri seorang ibu hamil. Perubahan tersebut meningkatkan ketidaknyamanan dan rasa sakit pad bagian belakang yang bertambah seiring dengan penambahan umur kehamilan. k. Sikulasi darah / cardiavaskular Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan di pengaruhi oleh sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula. Volume plasenta mulai meningkat pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat sampai 30 – 34 minggu, sampai ia mencapai titik maksimum. l. Integumen / kulit Perubahan keseimbagn hormon dan perenggangan mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam sistem integumen selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdernal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut, dan kuku. Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan striae gravidarm / tanda regangan. m. Sistem pernafasan Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolik dan peningkatan oksigen jaringan dan payudara. Janin membutuhkan oksigen dan satu cara untuk membuang karbodioksida. Wanita hamil bernafas lebih dalam tetapi frekuensi nafasnya hanya sedikit meningkat. Peningkatan volume nafas disebut hiperventilasi kehamilan.  Faktor resiko pada kehamilan - Premi muda kurang dari 20 tahun dan premi tua lebih dari 35 tahun - Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun - Pernah melahirkan lebih dari 4 kali - Mengalami kesulitan pada persalinan yang lalu (sungsang, bayi tidak cukup umur, operasi pada saat melahirkan, kejang-kejang dan lain-lain). - Tinggi badan kurang dari 145 cm - Ligkar lengan atas kurang dari 23,4 cm - Mempunyai riwayat penyakit  Perawatan selama kehamilan a. Ante natal care ( ANC ) Pemeliharaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaanibu dari janin secara berskala, yang ikut dengan upaya koreksi terhadap penimpangan yang ditemukan ( DEPKES RI 2001 ) b. Jenis pemeriksaan 1. Timbang berat badan 2. Ukuran tekanan darah 3. Ukur tinggi fundus uteri 4. Pemberian imunisasi TT 5. Pemberian tablet tambah darah minimal tablet selama hamil 6. Tes terhadap penyakit menular seksual 7. Temu wicara dalam persiapan rujukan • Manfaat Ante Natal Care ( ANC ) 1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumuh kembang janin 2. Menigkatkan dan memtahankan kesehatan furik, mental, sosial ibu dan janin 3. Mengendalikan secara dini adanya ketidaknormalan dan komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil 4. Mempesiapkan persalinan, cukup bulan, melahirkan dengan selamat 5. Mempersiapkan agar nifas berjalan secara normal dan pemberian ASI eksklusif 6. Mempesiapkan peran ibu dalam keluarga • Daftar Pustaka - Prawiraharjo, Sarwono ilmu kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pusaka edisi ke -5, 2005. - Manuaba, Ida Bagus ide ilmu kebidanan penyakit kandungan dan KB, Jakarta : Penerbit Buku kedokteran EGC 1998. - Pantikawati, Ika asuhan kebidanan 1 ( kehamilan ), Yogyakarta : Yuna medik, 2010.

ASKEB POST TM 1

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. R UMUR KEHAMILAN 8 MINGGU (TRISEMESTER 1) DI PUSKESMAS LINGKAR TIMUR Hari / Tanggal : 20 – 06 – 2011 Jam : 09.00 wib Tempat : Puskesmas Lingkar Timur I. Pengkajian Data A. Data Subjektif 1. Nama Ibu : Ny. R Nama Ayah : Tn. H Umur : 27 tahun Umur : 35 tahun Agama : Islam Agama : Islam Suku / Bangsa : Indonesia Suku/ Bangsa : Indonesia Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : Swasta Alamat : Jl. Merapi ujung Alamat : Jl. Merapi ujung 2. Keluhan utama Ibu datang untuk memeriksakan kehamilan dengan keluhan mual, muntah, pada pagi hari. 3. Riwayat kesehatan a. Riwayat kesehatan sekarang Ibu mengatakan selama kehamilan tidak pernah menderita penyakit dan tidak pernah, mendapatkan pengobatan apapun. b. Riwatyat kesehatan lalu Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, TBC, Asma, kencing manis, hepatitis, dan tidak pernah di bawa ke RS. c. Riwayat kesehatan keluarga Ibu mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menderita penyakit kencing manis, asma, hepatitis, TBC, dan tidak ada keturunan kembar. 4. Riwayat menstruasi - Menarche : 14 tahun - Siklus : 28 hari - Lamanya : 6 hari - Banyaknya : 2 – 3x ganti pembalut / hari - Gangguan mens : tidak ada - Disminore : tidak ada - HPHT : 19 – 04 – 2011 - TP : 26 – 01 – 2012 - Lama perkawinan : 1 tahun - 5. Riwayat kehamilan, persalina, dan nifas yang lalu. 6. Riwayat kehamilan sekarang - Hamil anak ke : 1 - Umur kehamilan : 2 bulan ( 8 minggu ) - Jumlah ANC : 1 x - Tempat ANC : puskemas lingkar timur - Keluhan selama hamil : trisemester I → mual, muntah, sering kencing. 7. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari a. Nuttrisi  Makan - Frekuensi : 3 x sehari - Jenis makanan : nasi, lauk, sayur, nuah - Pola : menu seimbang - Jumlah : ½ porsi sedang - Nafsu : kurang - Pantangan : tidak ada - Keluhan : tidak ada b. Eliminasi  BAB ( Buang Air Besar ) - Frekuensi : 1 x sehari - Konsistensi : lunak - Bau : khas feces - Warna : kuning  BAK ( Buang Air Kecil ) - Frekuensi : 5 – 8 kali / hari - Jumlah : 50 cc / baik - Bau : khas amoniak - Warna : kuning jernih c. Istirahat dan tidur - Siang : ± 1 jam - Malam : ± 8 jam - Gangguan tidur : tidak ada - Masalah : tidak ada d. Personal hygiene - Mandi : 2 x sehari - Mencuci rambut : 2 x seminggu - Menggosok gigi : 4 x sehari - Masalah : tidak ada e. Aktivitas - Jenis kegiatan : melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga seperti mencuci, memasak, menyapu dan lain-lain. - Masalah : tidak ada f. Keadaan psikososial spiritual - Hubungan suami istri : harmonis - Hubungan istri dengan keluarga : harmonis - Keyakinan terhadap agama : taat - Kebiasaan berobat : ke bidan g. Pengetahuan ibu tentang masalah yang di hadapai ibu tidak mengetahui masalah yang dihadapi. B. Data Objektif 1. Pemeriksaan Umum - Kesadaran : sadar - Keadaan umum : baik - Tinggi badan : 157 cm - Lingkar lengan : 24 cm - BB sebelum : 40 kg - BB sesudah : 45 kg 2. Tanda – tanda vital - Tekanan darah : 120/70 mmHg - Nadi : 70 x / menit - Pernafasan : 20 x / menit - Suhu : 37oC 3. Pemeriksaan kebidanan a. Inspeksi 1. Kepala - Warna rambut : hitam - Kebersihan : bersih - Distribusi : merata - Pembengkakan : tidak ada - Masalah : tidak ada 2. Muka - Warna muka : pucat - Cloasma gravidarum : tidak ada - Oedema : tidak ada 3. Mata - Sclera : putih - Konsugtiva : merah muda - Oedema palpebra : tidak ada - Kebersihan : bersih 4. Hidung - Bentuk : simetris - Kebersihan : bersih - Masalah : tidak ada 5. Telinga - Bentuk : simetris - Oedema : tidak ada 6. Tulang belakang - Keadaan : normal - Kelainan : tidak ada - Nyeri ketuk : tidak ada b. Palpasi Palpasi menurut Leopoid - Leopoid I : teraba ballotment + dengan TFU 2 jari diatas symphisis c. Ausfultasi d. TBJ ( Tafsiran Berat Janin ) e. Perkusi Reflek patela ka/ki : +/+ 4. Data penunjang a. Pemeriksaan laboratorium - HB : 11 95 % - Gol. Darah : O - Urine protein : - - Urine reduksi : - - PP tset : + b. USG : - c. Catatn sebelumnya : - II. Interprestasi Data a. Diagnosa Ny . R umur 27 tahun, G1 Po Ao, umur kehamilan 8 minggu, keadaan umum ibu baik. DS : - Ibu mengatakan hamil anak ke – 1, dan tidak haid 2 bulan - HPHT : 19 april 2011 → TP : 26 Januari 2012 - Ibu mengatakan mual, muntah di pagi hari, sering buang air kecil - Ibu mengatakan tidak ada penyakit hipetrtensi, asma, jantung dan tidak ada penyakit diabetes melitus DO : - Keadaan umum ibu - TD : 120 / 70 mmHg - Nadi : 70 x / menit - Pernafasan : 20 x / menit - Suhu : 37oC - Lila : 24 cm - BB : 45 kg - TFU : 2 jari diatas shympisis pubis, teraba balottement b. Masalah - Mual, muntahpada pagi hari - Sering buang air kecil c. Kebutuhan - Kebutuhan nutrisi dan cairan - Tanda-tanda bahaya kehamilan - Bimbingan dan dorongan spiritual - Fisiologi dan psikologi kehamilan - Jadwal kunjungan ulang III. Antisipasi Diagnosa Potensial IV. Tindakan segera V. Perencanaan No Hari/tgl/waktu Tujuan & kriteria Rencana Rasional DX Janin 20 – 06 -2011 Jam : 09.00 – 09.30 wib - Tujuan : agar kehamilan normal Kriteria : tidak terdapat tanda- tanda bahaya dan kehamilan - Penjelasan mengenai pemenuhan nutrisi dan cairan pada ibu. - Penjelasan mengenai tanda – tanda bahaya - Ibu mengerti tentang pemenuhan nutrisi dan cairan pada dirinya - Ibu dapat melakukan tindakan yang tepat ketika hal-hal tersebut terjadi pada dirinya/segera meminta bantuan dari petugas kesehatan. - Ibu mengetahui kapan harus melakukan pemeriksaan ulang. M Senin 20 – 06 – 2011 Jam 09.00 – 09.30 wib Tujuan : ibu memperoleh penjelasan tentang perasaan cemas pada dirinya. Kriteria : ibu mengerti tentang keadaan dirinya sekarang. - Penjelasan mengenai perubahan fisiologis dan psikologis pada ibu hamil - Memberikan bimbingan dan dorongan spiritual pada ibu hamil - Ibu mengerti apa yang terjadi pada dirinya, sehingga ia mampu melakukan hal yang terbaik pada dirinya dan mengurangi rasa khawatir yang berlebihan pada dirinya. - Ibu merasa nyaman VI. Implementasi No Hari/tgl/waktu Implementasi Respon klien Paraf DX Senin 20 – 06 – 2011 Jam 09.00 – 09.30 * Memberikan informasi mengenai pemenuhan nutrisi dan cairan pada ibu hamil TM I. Ibu hamil yang cukup makan akan mendapat kenaikan BB rata-rata selama hamil 9-13,5 kg, tapi pada makanannya, Ibu dianjurkan untuk makan dalam porsi sedikit tapi sering dan menghindari makanan yang bisa merangsang mual. - Kebutuhan kalori 300-500 kkal lebih banyak dari biasanya, kebutuhan protein meningkat untuk memnuhi asam amino, penambahan volume darah, dan lain-lain. - Semua kebutuhan nutrisi dan cairan ini bisa didapatkan dari makanan dan minuman dengan menerapkan pola menu seimbang. * Menjelaskan tanda-tanda bahaya pada kehamilan : - Perdarahan pervaginam : perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak atau perddarahan dengan nyri dan hal ini bisa berakibat abortus pada awal kehamilan. - Hipertensi Gravidarum : dengan TD : 140/90 mmHg. Apabila setelah 6 jam observasi masih tinggi. - Hiperemesis Gravidarum : mual muntah berlebihan lebih dari 10x24 / jamhingga mengganggu kegiatan sehari-hari dan menyebabkan dehidrasi. HEG terbagi dalam 3 tingkatan. - Tingkat 1 : dapat diatasi segera dengan istirahat baring dan beri air gula. - Sedangkan pada tingkat 2 dan 3 sebaiknya dirujuk. -Menjelaskan kepada ibu mengeai jadwal kunjungan ulang pemeriksaan, minimal dilakukan 4 kali selama hamil yaitu : 1 x pada TM I, 1 x pada TM II, dan 2 x pada TM III, kunjungan ini diakukan secara rutin untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin serta kesadaran Ibu. Ibu mengerti dan memahami apa yang telah dijelaskan dan mau melakukannya -Ibu mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan -Ibu mengerti dan tahu kapan melakukan kunjungan pemeriksaan M Senin 20 – 06 – 2011 Jam : 09.30 – 10.00 * Menjelaskan kepada Ibu mengenai perubahan fisiologis dan psikologis Ibu hamil, - perubahan Fisiologis : -Perubahan pada sistem pencernaan, Ibu akansring merasa mual dan ingin muntah, sakuasi pengeluara air liur yang berlebihan karena pengaruh hormon. -Perubahan organreproduksi karena pengaruh hormon esterogen, dinding rahim menjadi tebal. -Uterus mulai membesar, vagina akan terlihat kebiru-biruan. -Payudara akan membesar dan tegang karena pengaruh hormon somatotropin, hiperpigmentasi pada papila dan areola. * Sedangkan perubahan Psikologisnya : -Karena terjadi perubahan pada dirinya maka Ibu akan merasa cemas, sedih, mudah tersinggung dan suasana hati berubah-ubah. -Ibu akan berusaha menerima kehamilannya, memberikan bimbingan dan dorongan spiritual pada Ibu. -Ibu mengerti dan memahami perubahan-perubahan yang terjadi dia mau menerimanya. -Ibu merasa nyaman dan tenang. VII. Evaluasi No Hari/tgl/waktu Evaluasi Paraf DX Senin 20 – 06 – 2011 Jam 10.00 – 10.30 wib S = Ibu mengatakan mengerti tentang penjelesan yang telah di berikan O = keadaan imun lebih baik, kesadaran compos mentis dan tanda-tanda vital normal : TD : 120/70 mmHg, nadi : 70 x / menit Pernafasan : 20 x / menit, suhu : 37oC A = Tujuan tercapai sesuai dengan rencana P = intervensi di lanjutkan kehamilan Trisemester II M Senin 20 – 06 – 2011 Jam 10.30 – 11.00 wib S = Ibu megerti tentang keadaan dirinya O = Ibu mamapu menjawab pertanyaan yang telah diberikan A = tujuan tercapai sesuai dengan rencana P = Intervensi di lanjutkan pada kehamilan Trisemester ke II

ASKEB PRE TM 1

KONSEP SOAP ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A UMUR KEHAMILAN 12 MINGGU ( TRISEMESTER 1 ) DIPUSKEMAS LINGKAR TIMUR Hari / tanggal pengkajian : Jam : Tempat : S→ ibu mengatakan - Nama Ny. A umur 32 tahun - Hamil anak ke 1, umur kehamilan 12 minggu, pernah/tidak menganut keguguran. - Ibu merasa mual, muntah dan pusing setiap pagi hari. - HPHT 24 mei 2010 → TP : 3 maret 2011 - Tidak atau sedang menderita penyakit Jantung, Hipertensi, Asma, DM, Malaria, TBC, HIV /AIDS. - Tidak / sedang menderita penyakit keturunan, menular dan penyakit menular seksual, riwayat kembar dalam keluarga. O 1 / Pemeriksaan Umum - K/U : baik / tidak - Kesadaran : compos mentis / tidak Tanda – tanda vital - Tekanan darah : 110/70 mmHg – 120/80 mmHg - Nadi : 80 – 90 x / menit - Pernafasan : 20 – 24 x / menit - Suhu : 36 – 37,5oC - BB : kenaikan 9 – 13 kg 2 / Pemeriksaan Fisik 1. Kepala  Rambut - Warna : Banyak / sedikit - Distribusi : banyak / sedikit - Rontok : rontok / tidak - Kebersihan : besih / tidak  Mata - Conjungtiva : anemis / tidak - Skelera : ikterik / an ikterik - Oedema palpebra : ada / tidak  Mulut - Bibir : lembut / kering - Lidah : bersih / tidak - Gigi : ada caries / tidak - Gusi : bengkan / tidak - Sariawan : ada / tidak - Kebersihan : bersih / tidak - Kelainan : ada / tidak  Leher - Pembesaran kelenjar getah bening : ada / tidak - Pembesaran kelenjar thyroid : ada / tidak - Pembesaran kelenjar jugularis : ada / tidak  Payudara - Bentuk : simetris / tidak - Areola mamae : hiperplgmentasi / tidak - Papila mamae : menonjol / tidak - Colostrum : ada / tidak - Kebersihan : bersih / tidak - Benjolan patologis : ada / tidak  Abdomen - Pembesaran : ke depan / tidak - Linea : alba / regra - Stiae : ada / tidak - Bekas SC : ada / tidak - Palpasi Leopoid II : TFU ( 12 minggu ) dan teraba balotement Leopoid II : pada bagian kanan dan kiri perut ibu belum teraba / belum dapat diketahui Leopoid III : pada bagian bawah perut ibu belum teraba Leopoid IV : belum dilakukan ( dilakukan mulai dari 26 minggu ke atas ) / apabila bagian janin sudah masuk pintu atas panggul.  Genetalia eksterna - Pengeluaran : ada / tidak - Kebersihan : bersih / tidak - Varices : ada / tidak - Oedema : ada / tidak  Ekstremitas atas - Bentuk : simetris / tidak - Warna kuku : pucat / tidak - Oedema : ada / tidak - kealainan : ada / tidak  Ekstremitas bawah - Entuk tungkai : simetris / tidak - Varices : ada / tidak - Oedema : ada / tidak - Reflek patella : + / -  Tulang belakang - Keadaan : normal / tidak - Kelainan : ada / tidak - Nyeri ketuk Cva : ada / tidak  Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Laboraturium - HB : 11 95 % - 13 95 % - Gol. Darah : A – A → Ny. A umur 23 Th. G1 P0 Ao. Hamil 12 minggu, bayi tunggal hidup intra uterin, keadaan jalan lahir baik, keadaan umum ibu dan janin baik. P→ - Jelaskan hasil pemeriksaan - Jelaskan kebujtuhan nutrisi - Jelaskan adaptasi fisik dan psikologis ibu hamil TM. 1 - Jelaskan tentang bahaya ibu hamil TM. 1 - Jelaskan hubungan seksual TM. 1 - Jelaskan jadwal kunjungan ulang

TANGGUNG GUGAT DALAM PRAKTEK KEBIDANAN

TANGGUNG GUGAT DALAM PRAKTEK KEBIDANAN 1. pengertian tanggung gugat Istilah tanggung gugat, merupakan istilah yang baru berkembang untuk meminta pertanggung jawaban seseorang karena kelalaiannya menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Oleh karena itu tanggung gugat yang dikhususkan di bidang gugatan hak-hak keperdataan yang terjadi dalam lapangan hukum perdata. Di bidang pelayanan kesehatan, persoalan tanggung gugat terjadi sebagai akibat adanya hubungan hukum antara tenaga medis ( dokter, bidan) dengan pengguna jasa ( pasien) yang diatur dalam perjanjian. 2. Macam-macam jenis tanggung gugat : Mengenai jenis tanggung gugat (menurut hukum perdata) dikenal ada banyak macamnya, antara lain: - Contractual liability. Tanggung gugat jenis ini muncul karena adanya ingkar janji, yaitu tidak dilaksanakannya sesuatu kewajiban (prestasi) atau tidak dipenuhinya sesuatu hak pihak lain sebagai akibat adanya hubungan kontraktual. Dalam kaitannya dengan hubungan terapetik, kewajiban atau prestasi yang harus dilaksanakan oleh health care provider adalah berupa upaya (effort), bukan hasil (result). Karena itu dokter hanya bertanggunggugat atas upaya medik yang tidak memenuhi standar, atau dengan kata lain, upaya medik yang dapat dikatagorikan sebagai civil malpractice. - Liability in tort. Tanggung gugat jenis ini merupakan tanggung gugat yang tidak didasarkan atas adanya contractual obligation, tetapi atas perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad). Pengertian melawan hukum tidak hanya terbatas pada perbuatan yang berlawanan dengan hukum, kewajiban hukum diri sendiri atau kewajiban hukum orang lain saja tetapi juga yang berlawanan dengan kesusilaan yang baik & berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda orang lain (Hogeraad, 31 Januari 1919). Konsep liability in tort ini sebetulnya berasal dari Napoleontic Civil Code Art.1382, yang bunyinya: “Everyone causes damages through his own behavior must provide compensation, if at least the victim can prove a causal relationship between the fault and damages”. Konsep ini sejalan dengan Psl 1365 KUH Perdata yang bunyi lengkapnya: “Tiap perbuatan yang melanggar hokum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut”. Dengan adanya tanggung gugat ini maka RS atau dokter dapat digugat membayar ganti rugi atas terjadinya kesalahan yang termasuk katagori tort (civil wrong against a person or properties); baik yang bersifat intensiona atau negligence. Contoh dari tindakan RS atau dokter yang dapat menimbulkan tanggung gugat antara lain membocorkan rahasia kedokteran, eutanasia atau ceroboh dalam melakukan upaya medik sehingga pasien meninggal dunia atau menderita cacat. - Strict liability Tanggung gugat jenis ini sering disebut tanggung gugat tanpa kesalahan (liability whitout fault) mengingat seseorang harus bertanggung jawab meskipun tidak melakukan kesalahan apa-apa; baik yang bersifat intensional, recklessness ataupun negligence. Tanggung gugat seperti ini biasanya berlaku bagi product sold atau article of commerce, dimana produsen harus membayar ganti rugi atas terjadinya malapetaka akibat produk yang dihasilkannya, kecuali produsen telah memberikan peringatan akan kemungkinan terjadinya risiko tersebut. Di negara-negara Common Law, produk darah dikatagorikan sebagai product sold sehingga produsen yang mengolah darah harus bertanggunggugat untuk setiap transfusi darah olahannya yang menularkan virus hepatitis atau HIV. - Vicarious liability. Tanggung gugat jenis ini timbul akibat kesalahan yang dibuat oleh bawahannya (subordinate). Dalam kaitannya dengan pelayanan medik maka RS (sebagai employer) dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang bekerja dalam kedudukan sebagai sub-ordinate (employee). Lain halnya jika tenaga kesehatan, misalnya dokter, bekerja sebagai mitra (attending physician) sehingga kedudukannya setingkat dengan RS. Sehubungan dengan tanggunggugat hukum bidan dalam bidang hukum perdata, maka ada dua bentuk tanggung gugat pokok, yaitu pertama, tanggunggugat atas kerugian yang disebabkan karena wanprestasi, dan kedua, tanggunggugat atas kerugian yang disebabkan karena perbuatan melawan hukum. Pada dasarnya, pertanggunggugat perdata bertujuan untuk memperoleh kompensasi atas kerugian yang diderita, disamping untuk mencagah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.Oleh karena itu, dasar untuk menuntut tanggunggugat bidan yang dianggap telah merugikan pasiennya adalah mengenai perbuatan melawan hukum atau wan prestasi yang memberikan hak kepada yang dirugikan untuk menerima kompensasi dari pihak lain yang mempunyai kewajiban terhadap pihak yang menderita kerugian. Tanggungjawab tenaga medis (bidan) dibidang hukum perdata secara umum dapat dirujuk pada kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata).Ada 3 prinsip pertanggunggugatan perdata yang diatur di dalam KUH Perdata, yaitu sebagai berikut : 1. Setiap tindakan yang menimbulkan kerugian terhadap diri orang lain berarti orang yang melakukan harus membayar kompensasi sebagai pertanggunggugatan kerugian(Pasal 1365 KUH Perdata) 2. Seseorang harus bertanggunggugat tidak hanya kerugian yang dilakukannya dengan sengaja, tetapi juga karena kelalaian atau kurang berhati-hati(Pasal 1366 KUH Perdata) 3. Seseorang harus memberikan pertangunggugatan tidak hanya atas kerugian yang ditimbulkan dari tindakannya sendiri, tetapi juga atas kerugian yang ditimbulkan dari tindakan orang lain yang berada dibawah pengawasannya (Pasal 1367 KUH perdata). SAFITRI HARIYANI, tetap menggnakan istilah pertanggungjawaban perdata untuk menyatakan tangunggugat, beliau membagi pertangunggugatan dalam bidang hukum perdata sebagai berikut: 1. Melakukan wanprestasi 2. Melakukan perbuatan melawan hukum 3. Melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kerugian 4. Melalaikan pekerjaaan sebagai penanggungjawab Tanggung gugat perdata karena wanprestasi Tanggung gugat karena wanprestasi diatur dalam pasal 1239 KUH perdata yang menentukan: Tiap-tiap perikatan untuk berbuat sesuatu, apabila siberutang tidak memenuhi kewajibannya, mendapatkan penyelesaiannya dalam kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi dan bunga. Wanprestasi adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak memenuhi kewajibannya yang didasarkan pada suatu perjanjian atau kontrak.Seseorang dapat dianggap melakukan wanprestasi apabila a. Tidak melakukan yang disanggupi akan dilakukan b. Terlambat melakukan apa yang dijanjikan akan dilakukan c. Melaksanakn apa yang dijanjikan, tetapi tidak sesuai dengan yang dijanjikan d. Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan Bidan dalam memberikan pelayanan terhadap pasiennya tentu harus menyesuaikan pertolongan yang akan diberikan dengan kewenangan dan kemampuan profesi sesuai tingkat kemajuan ilmu pengetahuan yang ada padanya.Misalnya pasien yang seharusnya dirujuk kedokter ahli, tetapi tidak dirujuk melainkan diobati, padahal secara ilmu pengetahuan Bidan bersangkutan tidak akan mampu memberikan pertolongan dengan maksimal, maka ia dapat terkena gugatan wanprestasi atas dasar menyanggupi sesuatu pekerjaan yang sebenarnya hanya tidak memiliki keterampilan yang diisyaratkan bagi pekerjaan itu. Tanggung gugat karena perbuatan melawan hukum Safitri hariyani menyatakan bahwa unsur unsur yang dapat dipakai sebagai dasar pengajuan gugatan perbuatan melawan hukum adalah sebagai berikut: a) ada perbuatan melawan hukum b) ada kerugian c) ada hubungan kausalitas antara perbuatan melawan hukum dan kerugian d) ada kesalahan berdasarkan yurisprudensi 1919, yang dimaksud dengan perbuatan melawan hukum adalah tindakan atau kelalaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut 1) melanggar hak orang lain 2) bertentangan dengan kewajiban hukum diri sendiri 3) menyalahi pandangan etis yang umumnya dianut(adat istiadat yang baik) atau kesusilaan yang baik 4) berlawanan dengan sikap hati hati yang seharusnya diindahkan dalam pergaulan masyarakat terhadap diri atau benda orang lain Tangung gugat karena perbuatan yang mengakibatkan kerugian Pasal 1365 KUHP Perdata mengatur tentang tindakan yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap orang lain, sebagai perbuatan melawan hukum.Bagi seseorang yang tidak sengaja, tetapi karena kelalaian atau kurang hati-hati menimbulkan kerugian kepada orang lain dalam perbuatan melawan hukum. Safitri Hayani menyatakan bahwa untuk dapat dijadikan dasar gugatan, maka neglience(kelalaian) ini harus memenuhi syarat sebagai berikut: a) Suatu tingkah laku yang menimbulkan kerugian, tidak sesuai dengan sikap hati hati yang normal b) Penggugat harus membuktikan bahwa tergugat lalai dalam menjalankan kewajibannya kepada penggugat c) Kelakuan tergugat merupakan penyebab yang nyata (proximate cause) dari kerugian yang dirasakan)/diderita pengugat Bagi profesi bidan, sebagai rambu-rambu agar terbebas dari gugatan perdata karena perbuatan melawan hukum, dalam melaksanakan pelayanan kebidanan harus senantiasa berpedoman pada ruang lingkup kewenangan yang sudah diberikan atas dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku .

TANGGUNG JAWAB DALAM PRAKTEK KEBIDANAN

TANGGUNG JAWAB DALAM PRAKTEK KEBIDANAN 1. Pengertian Tanggung jawab Secara leksikal, kata tanggung jawab artinya “keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya)”. Variasi istilah tanggung jawab, dengan kombinasi imbuhan memper-kan menjadi “ mempertanggung jawabkan” yang artinya “ memberikan jawab dan menanggung segala akibatnya ( kalau ada kesalahan) memberikan pertanggung jawaban.” Sementara orang yang memberikan tanggung jawab dinamakan “penanggung jawab”. Istilah tanggung jawab menurut pengertian hukum berarti keterikatan. Keterikatan disini diartikan sebagai keterikatan terhadap hak dan kewajiban. Oleh karena hak dan kewajiban itu adanya dalam berbagai ketentuan hukum (peraturan perundang-undangan dan peraturan kebijaksanaan), maka dimaknai juga sebagai keterikatan terhadap ketentuan-ketentuan hokum.dikaitkan dengan tanggung jawab bidan, maka diartikan sebagai keterikatan bidan terhadap ketentuan-ketentuan hukum baik yang berupa peraturan perundang-undangan maupun peraturan kebijaksanaan, dalam menjalankan profesinya sebagai bidan. Secara singkat sering disebut sebagai tanggung jawab hukum, yakni suatu tanggung jawab yang segala akibatnya diatur oleh hukum yang berlaku. Oleh karena itu, agar bidan dapat mempertanggung jawabkan segala tindakan dalam profesinya, maka bidan harus mengerti dan memahami ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku dalam pelaksanaan profesinya. Termasuk didalamnya tentang pemahaman hak-hak dan kewajiban dalam menjalankan profesi sebagai bidan. Sebagai tenaga professional, bidan memikul tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Seorang bidan harus dapat mempertahankan tanggung jawabnya bila terjadi gugatan terhadap tindakan yang dilakukannya. 2. Macam-macam Tanggung jawab Bidan : 1.Tanggung jawab terhadap peraturan perundang-undangan Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturan tenaga kesehatan ditetapkan didalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Tugas dan kewenangan bidan serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik bidan diatur didalam peraturan atau keputusan menteri kesehatan. Kegiatan praktik bidan dikontrak oleh peraturan tersebut. Bidan harus dapat mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan yang dilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemampuan profesionalnya. Oleh karena itu, bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya. 3. Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk catatan tertulis. Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat dipertanggungjawabkan bila terjadi gugatan. Catatan yang dilakukan bidan dapat digunakan sebagai bahan laporan untuk disampaikan kepada atasanya. Di Indonesia belum ada ketentuan lamanya menyimpan catatan bidan. Di inggris bidan harus menyimpan catatan kegiatannya selama 25 tahun. 4. Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani Bidan memiliki kewajiban memberi asuhan kepada ibu dan anak yang meminta pertolongan kepadanya. Ibu dan anak merupakan bagian dari keluarga. Oleh karena itu, kegiatan bidan sangat erat kaitannya dengan keluarga. Tanggung jawab bidan tidak hanya kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menyangkut kesehatan keluarga. Bidan harus dapat mengidentifikasi masalah dan kebutuhan keluarga serta member pelayanan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Pelayanan terhadap kesehatan keluarga merupakan kondisi yang diperlukan ibu yang membutuhkan keselamatan, kepuasan dan kebahagiaan selama masa hamil atau melahirkan. Oleh karena itu, bidan harus mengerahkan segala kemampuan pengetahuan, sikap dan prilakunya dalam member pelayanan kesehatan keluarga yang membutuhkannya. 5. Tanggung jawab terhadap profesi Bidan harus menerima tanggung jawab keprofesian yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia harus mematuhi dan berperan aktif dalam melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan dan standar keprofesian. Bidan harus ikut serta dalam kegiatan organisasi bidan dan badan resmi kebidanan. Untuk mengembangkan kemampuan keprofesiannya, bidan harus mencari informasi tentang perkembangan kebidanan melalui media kebidanan, seminar dan pertemuan ilmiah lainnya. Semua bidan harus menjadi anggota organisasi bidan. Bidan memiliki hak mengajukan suara dan pendapat tentang profesinya. 6. Tanggung jawab terhadap masyarakat Bidan adalah anggota masyarakat yang bertanggung jawab dalam memecahkan masalah kesehatan ( mis. Lingkungan yang tidak sehat, penyakit menular, masalh gizi terutama yang menyangkut kesehatan, ibu dan anak ). Baik secara mandiri maupun bersama tenaga kesehatan lain, bidan berkewajiban memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesehatan masyarakatkat. Bidan harus memelihara kepercayaan masyarakat. Imbalan yang diterima dari masyarakat sesuai dengan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada bidan. Tanggung jawab terhadap masyarakat merupakan cakupan dan bagian tanggung jawabnya kepada tuhan. Seorang bidan sebagai pengemban profesi, harus selalu bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Tanggung jawab bidan dalam pelayanan kesehatan, lahir karena adanya hubungan hukum antara bidan dan pasiennya. Kesadaran hukum bidan terhadap kewajiban hukumnya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain dalam menjalankan profesinya harus benar-benar dipahami oleh bidan sebagai pengemban hak dan kewajiban. Kewajiban hukum pada profesi bidan, yakni menyangkut apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan seorang bidan, atau apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dalam menjalankan profesi bidan. Kesadaran hukum yang dimiliki bidan harus berperan dalam diri setiap bidan, agar bidan selalu menegendalikan dirinya sehingga tidak melakukan kesalahan profesi, dengan demikian seorang bidan akan terhindar dari sanksi yang diberikan oleh hukum.

etika kebidanan pada BBLR

MASALAH BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) 1. PENGERTIAN Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) ialah kelahiran dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Bayi lahir dengan Berat Badan dalam Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor resiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa Perinatal, selain itu bayi BBLR dapat mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil yang kurang, umur Ibu kurang dari 20 tahun atau lebih 35 tahun, jarak kehamilan yang terlalu dekat, penyakit menahun yang diderita ibu, perdarahan anterpartum dan terjadinya komplikasi saat hamil seperti preeklamsi, eklamsi, cacat bawaan dan infeksi dalam rahim. 2. KARAKTERISTIK(KEADAAN YANG SERING DIJUMPAI) a. Prematuritas Murni : 1. Berat badan kurang dari 2500 gr, PB 45 cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang dari 30 cm 2. Masa gestasi kurang dari 37 minggu 3. Kulit tipis dan transparan, tampak mengkilat dan licin 4. Kepala lebih besar dari pada badan 5. Lanugo banyak, terutama pada dahi, pelipis, telingan dan lengan 6. Lemak subcutan kurang 7. Ubun-ubun dan sutura lebar 8. Rambut tipis halus 9. Tulang rawan dan daun telinga immature 10. Puting susu belum terbentuk dengan baik 11. Pembuluh darah kulit banyak terlihat, pristaltik usus dapat terlihat 12. Genitalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora (pada wanita), testis belum turun (pada laki-laki)13. Bayi masih posisi fetal 14. Pergerakan kurang dan lemah 15. Otot masih hipotonik 16. Banyak tidur, tangis lemah, pernafasan belum teratur dan sering mengalami apnoe. 17. Reflek tonic neck lemah 18. Reflek menghisap dan menelan belum sempurna. b. Dismatur : 1. Kulit pucat/ benoda, mekonium kering keriput, tipis 2. Vernik caseosa tipis/ tidak ada 3. Jaringan lemah dibawah kulit tipis 4. Bayi tampak gesit, aktif dan kuat 5. Tali pusat berwarna kuning kehijauan. 3. ETIOLOGI 1.faktor ibu : • Penyakit • Usia • Keadaan social 2.faktor janin : • Preterm • Disterm Keterangan dari penyebab kelahiran bayi prematur : 1. Faktor Ibu a) Penyakit Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan, misalnya pendarahan antepartum, trauma psikologis dan fisis. Penyakit lainnya ialah DM. b) Usia Angka terjadinya prematuritas tertinggi ialah usia Ibu dibawah 20 tahun dan pada multigravida yang jarak antara kelahirannya terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia ibu antara 26-35 tahun. c) Keadaan Sosial Keadaan ini sangat berperan terhadap timbulnya prematuritas. Kejadian tertinggi terdapat pada golongan sosial ekonomi yang rendah. Hal ini disebabkan gizi yang kurang baik dan pengawasan antenatal yang kurang. Demikian pula kejadian prematuritas pada bayi yang lahir dari perkawinan yang tidak sah ternyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi yang lahir dari perkawinan yang sah. 2. Faktor Janin Hidraminion, kehamilan ganda umumnya akan mengakibatkan lahir bayi BBLR. Bayi BBLR seperti telah diuraikan dapat berupa bayi prematur murni dan dismatur. Hal ini sangat penting dibedakan karena : a) Morbiditas yang berlainan, misalnya prematuritas murni mudah menderita komplikasi seperti membran nialin, Pendarahan intra vertikular, Pneumonia aspirasi. b) Bayi dismatur mudah menderita sindrom aspirasi merkonium, hipoglikemia simtomatik dan hipergilirubenemia 4. ETIKA PELAYANAN DALAM PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH 1.Perawatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah, Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan. a. Pengaturan suhu lingkungan Bayi dimasukkan dalam inkubator dengan suhu yang diatur • Bayi berat badan < 2 kg 35oC • Bayi berat badan 2 kg – 2,5 kg 34oC b. Makanan bayi berat badan lahir rendah Umumnya bayi prematur belum sempurna reflek menghisap dan bentuknya, kapasitas lambung masih kecil, daya enzim pencernaan, terutama lipase masih kurang. Maka makanan diberikan dengan pipet sedikit-sedikit namun sering. – Penatalaksanaan : a. Membersihkan jalan nafas b. Memotong tali pusat dan perawatan tali pusat c. Membersihkan badan bayi dengan kapas dan body oil/minyak d. Memberikan obat mata e. Membungkus bayi dengan kain hangat f. Mempertahankan suhu tubuh bayi dengan cara : Membungkus bayi dengan menggunakan selimut bayi yang dihangatkan terlebih dahulu Menidurkan bayi di dalam inkubator buatan Suhu lingkungan bayi harus di jaga : 1. Kamar dapat masuk cahaya 2. Jendela & pintu dalam keadaan tertutup untuk mengurangi hilangnya panas dari tubuh bayi melalui proses radiasi dan konveksi. g. Pemberian nutrisi yang adekuat • Apabila daya hisap belum baik, bayi dicoba untuk menetek sedikit demi sedikit • Apabila bayi belum bisa menetek pemberian ASI diberikan melalui sendok/ pipet • Apabila bayi belum ada reflek menghisap dan menelan harus dipasang slang penduga/ sonde fooding h. Observasi keadaan umum bayi seama 3 hari. Apabila tidak ada perubahan/ keadaan umum semakin menurun bayi harus dirujuk ke Rumah Sakit. Berikan penjelasan kepada keluarga bahwa anaknya harus dirujuk ke Rumah Sakit. 2.Kita juga dapat menggunakan Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Metode MK a. Metode Kangguru sebagai Pengganti Inkubator Metode kangguru dapat meningkatkan hubungan emosi Ibu-Bayi, menstabilkan suhu tubuh, mengurangi lama menangis bayi, memperbaiki keadaan emosi Ibu dan bayi, meningkatkan produksi ASI, menurunkan terjadinya infeksi nosokomial. Kehangatan tubuh ibu ternyata merupakan sumber panas yang efektf untuk bayi yang lhir cukup bulan maupun BBLR. Hal ini terjadi bila terdapat kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi. Prinsip ini dikenal sebagai skin ti skin contac (metode kangguru). Metode ini bermanfaat bagi bayi prematur untuk membantu memulihkan akibat dari prematuritasnya dan menolong orang tua agar lebih percaya diri serta dapat berperan aktif dalam merawat bayinya. - Tatalaksana yang Dianjurkan Kriteria untuk mengikuti program perawatan bayi dengan metode kangguru antara lain diterapkan oleh 155 world laboratory kangaroo mother Program yaitu berat badan ≤ 2000 g, tidak ada masalah patologis yang menyertai, refleks isap baik, koordinasi refleks isap dan menelan baik, mempunyai orang tua yang menyetujui peraturan metode kangguru dan mematuhi jadwal pertemuan, memiliki catatan medik yang lengkap serta memperoleh informed cansent dari orang tua. Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan untuk Ibu, bayi, posisi bayi, BB servasi bayi, cara pemberian ASI, serta kebersihan Ibu dan Bayi. b. Pemberian Asi Pada Bayi Berat Lahir Rendah dengan MK Selain masalah mempertahankan suhu tubuh karena jaringan lemak yang tipis,BBLR memerlukan masakan nutrisi yang lebih banyak per kg/BB agar dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Nutrisi terbaik untuk BBLR ialah Asi ibunya sendiri. Perawatan BBLR dengan metode kangguru merupakan sarana yang sangat baik untuk menunjang keberhasilan Asi eksklusif pada BBLR, karena dengan bayi menempel pada ibu,bayi dapat menetek tiap bayi menginginkannya, perlu diingat bahwa salah satu kunci keberhasilan Asi adalah tidak mengenalkan bayi pada dot/ botol. Teknik Pemberian Asi Tekni menyusui yang baik: 1. Bayi berhadapan dengan ibu, perut bayi pada perut ibu,telinga dan lengan berada pada satu garis lurus dan ibu bertatap muka dengan bayinya. 2. Dekap seluruh badan bayi, punggung bayi bersandar ke lengan ibu dan bokong bayi disangga dengan telapak tangan 3. Pegang payudara dengan tangan yang satuny, arahkan ke mulut/ hidung bayi dan sentuhan kebibir adat sudut mulut bayi, hal ini akan merangsang reflek “ Roating’’ 4. Bila mulut bayi telah membuka lebar, dorong kepala bagi sedikit agar puting masuk kedalam mulut 5. Ciri perlekatan yang baik: Dagu bayi menempel pada dada ibu,areola atas lebih nampak, bibir bawah melebar keluar, mulut membuka lebar 6. Cara menghisap baik bila bayi menghisap lambat dan dalam,kadang berhenti untuk menelan. Sebagai patokan bahwa bayi sudah mendapat cukup Asi, perkatikan bahwa bayi harus BAK 6x sehari,BAB berwarna kuning pada hari ke 4. Bayi (1800 gr sebaiknya ditimbang sekali setiap hari terutama minggu- minggu pertama. 7. Jumlah Asi dan Frekuensi Pemberiannya BBLR memerlukan 60 ml/kg BB pada hari pertama, kemudian perlahan bertambah sehingga mencapai sekitar 100 mg/kg/ hari. Selain itu, agar tercapai kenaikan berat yang baik,diusahakan mencapai target 200 ml/kg/ hari pada umur 14 hari. Terkadang, karena volume perut kecil,bayi muntah/kembang ketika minum ditambah. Bila demikian,jangan terlalu cepat menambah jumlah susu. Pertahankan 1-2 hari sampai toleransi minum membaik. 5. APLIKASI NILAI MORAL DENGAN BAYI BERAT BADAN RENDAH secara moral bidan berkewajiban memberi dukungan atau menghibur ibu dengan bayinya yang BBLR .seperti mengatakan bahwa bayi ibu tersebut akan dirawat secara maksimal dan bidan akan berusaha meyakinkan ibu bahwa bayinya akan sehat dan normal seperti bayi lainnya. Robb (1999) merekomendasikan bahwa bidan harus berlatih menyampaikan kabar buruk diantara kolega.ini bukan sesuatu yang kebanyakan bidan harus merasa percaya diri melakukannya atau melakukannya dengan teratur agar mereka merasa telah menguasainya.orang tua biasanya sangat terkejut dan hanya mengingat potongan kalimat apa yang dikatakan kepada mereka.namun,mereka akan mengingat siapa yang mengatakan kepada mereka dan apakah hal tersebut yang dikatakan positif atau tidak.singkatnya adalah sebagai berikut : • Buatlah sederhana,kelnar dan Harvey(1987) mengatakan “cobalah berbicara dengan kedua orang tua,sebaiknya sambil menggendong bayinya.anda menjelaskan masalah dengan sederhana dan jelas.anda perlu mengulang penjelasan anda beberapa kali karena orang tua dalam keadaan panic sering tidak dapat memahami apa yang anda katakan” • Ingatlah untuk mengatakan sesuatu yang positif mengenai bayi mereka”anda memiliki bayi yang hebat,mata indah..ia hebat”atau komentar semacamnya. • Bila bidan tidak mengetahui jawaban pertanyaan orang tua,sangat penting memanggil dokter senior segera untuk menghindari bidan memberikan informasi yang tidak akurat. • Berikan privasi untuk mereka bersama bayinya. • Jangan lupakan kolega lain,rujukan,dan tindakan lanjut dini. 6. HAK SEORANG IBU DENGAN BAYI BERAT BADAN RENDAH Seorang ibu dengan BBLR berhak mendapatkan penjelasan sedetail mungkin tentang apa yang dialami oleh bayinya. Ibu berhak mendapatkan penjelasan tentang cara merawat bayinya dengan BBLR,seperti: • Mempertahankan suhu tubuh • Mencegah terjadinya infeksi • Perawatan bayi sehari-hari • Pemberian ASI • Makanan bergizi bagi Ibu